Wednesday, March 4, 2009
:: Aku mengaku mencintainya ::
Monday, March 2, 2009
:: Adab ::
(copied from al-fikrah.net)
Para Imam Salaf rahimakumullah, ada membincangkan tentang adab-adab ketika menulis/menyebut nama-nama tertentu, adab ini adalah satu perkara yang perlu dititik beratkan, dan tidak sewajarnya di abaikan begitu sahaja. Tulisan ini adalah sebagai peringatan dan panduan buat diri saya dan juga para netters AFN sekelian.
apabila menulis/menyebut:
1- Allah (عز و جل)
apabila menulis nama Allah, selepasnya perlu ditambah dengan perkataan: ( A’zza wa Jal ) atau (Ta’ala ) atau ( Subhanu Wa Ta’ala ) atau ( Tabarak Wa Ta’ala) atau (Jalla Thikruh) atau (Tabarak Asmoh)
2- Nabi (صلى الله عليه و سلم)
apabila menulis nama Nabi,selepasnya perlu ditambah dengan perkataan: صلى الله عليه و سلم. Ini perlulah ditulis dgn penuh tanpa singkatan.
3- para Sahabat (رضي الله عنهم)
sekiranya untuk para Sahabat, selepasnya perlu ditambah dengan perkataan: رضي الله عنه [Radial-Lah-hu-'anh]
4- Para Ulama' ( رحمهم الله)
sekiranya untuk para Ulama', hendaklah diletak selepasnya:
( رحمهم الله) [Rahima-hu-Llah]
** tambahan-tambahan perkataan ini adalah sebagai pengagungan untuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan juga merupakan doa [untuk selain Allah Jalla Thikruh], para pembaca apabila membaca nama-nama ini perlulah sebaiknya turut menyebut perkataan-perkataan tambahan ini walaupun ia tidak terdapat pada tulisan [kerana untuk merebut ganjaran pahala dengan menyebut perkataan ini]
selamat beramal!
:: Pinjamkan ::
Terjemahan hadith:
Sesungguhnya Rasulullah mengeluarkan (mengarahkan utk keluar) gadis2, dan yang sudah bernikah tetapi belum berpindah ke rumah suami, dan yang remaja (masih kecil tetapi yg sudah boleh dinikahkan), dan yang telah baligh, pada kedua-dua hari raya. Bagi yang sedang haidh hendaklah mengasingkan diri dari musolla tetapi tetap mendengar seruan (khutbah, tadzkirah) dari Muslimin. Maka berkatalah salah seorang perempuan dari mereka: “Wahai Rasulullah, kalau seseorang dari kami tidak mempunyai jilbab -istilah utk pakaian wanita, yang menutup seluruh auratnya-, (bagaimana dia bisa keluar?).” Jawab baginda (selawat dan salam ke atasnya): “Maka hendaklah saudaranya (yg seislam) meminjamkan salah satu jilbabnya kepadanya (yg tidak memiliki jilbab).
(Hadith Riwayat al-Tirmidzi, katanya hadith ini Hasan Sahih, juga diriwayatkan oleh al-Bukhari & Muslim)
Pengajaran:
Terdapat beberapa pengajaran dari hadith ini, tetapi yg ingin ditekankan adalah bahagian akhir hadith tersebut, iaitu: meminjamkan tudung bagi saudara perempuan kita yang tidak memilikinya. Jadi, seandainya kita terlihat sahabat2 muslimah kita yg tidak bertudung, tak usah mengata & ‘cakap belakang’ tentangnya. Hampirinya dan beramah mesra dengannya, sekiranya dikenal pasti dia tidak memiliki tudung utk dipakai, pinjamkanlah kepadanya, atau hadiahkan. :) Hadith ini juga menunjukkan bahawa seseorang muslimah perlu mengambil berat tentang muslimah yg lain dan membantunya dalam mentaati perintah ALLAH. :)
Indahnya Islam!
:: Hartaku Hartaku ::
Terjemahan hadith:
Daripada Abu Hurayrah RA, katanya: Rasulullah (selawat & salam ke atas Baginda) bersabda: “Berkata seorang hamba, {Hartaku! Hartaku!} Sesungguhnya (kebaikan) padanya daripada harta itu cuma tiga perkara; apa yang dimakannya lalu ia habis, atau apa yang dipakainya lalu ia lusuh, atau apa yang diberi (sedekahkan kerana Allah SWT) lalu itulah yg memberinya kebaikan (utk saham akhirat). Apa (harta) yang selebihnya maka ia akan pergi dan tinggalkan harta itu kepada manusia (wasiat, harta pusaka dll).
(Sahih Muslim, Kitab al-Zuhdu wa al-Raqa iq, 14/208)
Pengajaran daripada hadith:
Difahami dari zhahir hadith di atas bahawa penggunaan harta yg membawa kepada kebahagiaan dunia akhirat hanyalah harta yg diinfakkan kepada manusia lain, semata2 utk mendapatkan redha ALLAH. Meski harta setinggi jabal Uhud, tanpa infak ke jalanNYA, tiadalah erti di sisi ALLAH, juga tidak langsung menguntungkan bisnes akhirat. Wallahua’lam.
JOM INFAK!
:: Agar buah hati tidak lagi takut hantu ::
Penulis: Ummu Rumman
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar
“Ummi, Ahmad pingin ke kamar mandi. Anterin ya Mi…”
Ummu Ahmad (bukan nama sebenarnya) kaget ketika suatu malam Ahmad, anaknya yang sudah berumur 10 tahun tiba-tiba minta diantarkan ke kamar mandi.
“Ahmad anak shalih… kok tumben minta diantar ke kamar mandi? Biasanya berani sendiri.”
“Ahmad takut ketemu hantu Mi…” kata Ahmad dengan wajah ketakutan.
Kisah ini mungkin sangat sering kita jumpai. Tak hanya anak kecil, bahkan banyak orang dewasa yang mengaku takut terhadap hantu. Masih banyaknya budaya dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang bertentangan dengan syariat, ditambah lagi maraknya cerita maupun film-film misteri di tengah masyarakat semakin memperparah kerusakan dan mengikis keimanan.
Rasa takut anak kepada hantu, bagaimanapun harus mendapat perhatian khusus dari orang tua. Karena bila ketakutan sang anak tetap terpelihara, tak hanya membentuk mental penakut pada diri anak tetapi juga dapat mengurangi kesempurnaan tauhid yang sangat kita harapkan terbentuk pada diri sang anak.
Sekilas tentang Rasa Rakut (Khauf)
Sangat penting bagi orang tua untuk bisa melatih anak mengatur rasa takutnya. Bukan hanya sekedar agar anak menjadi pemberani, tetapi lebih karena rasa takut adalah bagian dari ibadah. Rasa takut adalah bagian dari rukun yang harus ada dalam ibadah, di samping rasa cinta dan harap.
Macam-macam takut
Ulama telah membagi rasa takut menjadi beberapa bagian, yaitu:
1. Takut ibadah atau disebut juga takut sirri (takut terhadap sesuatu yang ghaib).
Takut ibadah dibagi menjadi dua macam:
a. Takut kepada Allah, yaitu takut yang diiringi dengan merendahkan diri, pengagungan, dan ketundukan diri kepada Allah. Takut semacam inilah yang akan mendatangkan ketaqwaan dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah. Oleh karena itu, rasa takut seperti ini hanya boleh ditujukan kepada Allah semata karena merupakan salah satu konsekuensi keimanan.
Allah berfirman, yang artinya, “Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. Ali Imran 175)
b. Takut kepada selain Allah, yaitu takut kepada selain Allah dalam hal sesuatu yang ditakuti itu sebenarnya tidak dapat melakukannya dan hanya Allah-lah yang dapat melakukannya. Takut semacam ini banyak terjadi pada berhala, takut pada orang mati, takutnya para penyembah kubur kepada walinya, dll. Rasa takut ini merupakan syirik akbar yang dapat mengeluarkan pelakunya dari keIslaman.
2. Takut yang haram, yaitu takut kepada selain Allah, yang bukan ibadah tetapi menyebabkan ia melakukan keharaman atau meninggalkan kewajiban. Takut semacam ini dapat mengurangi ketauhidan seseorang.
3. Takut thobi’i (normal). Yaitu takut pada hal-hal yang bisa mencelakakan kita (dengan izin dan kekuatan dari Allah). Misalnya, takut pada binatang buas, api, dll. Takut semacam ini wajar ada pada diri manusia dan dibolehkan selama tidak melampaui batas.
4. Takut wahm (khayalan), yaitu takut pada sesuatu yang sebabnya tidak jelas. Misalnya, takut pada hantu. Takut semacam ini tercela.
Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan sedang mengalami masa belajar, ia mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya atau karena pernah mengalami gangguan jin.
Rasa takut kepada hantu atau setan, bisa mengantarkan kepada syirik akbar. Jika sampai membawa pada peribadatan kepada selain Allah. Bentuknya bermacam-macam, ada yang memberi sesajian agar tidak diganggu, membaca berbagai mantera, datang kepada dukun untuk meminta jimat, dan sebagainya.
Pada anak, mungkin tak sampai separah itu. Namun tak jarang kita dapati, karena rasa takut kepada hantu atau semacamnya, anak menjadi takut keluar kamar untuk mengambil wudhu pada pagi hari. Sang anak menjadi menunda-nunda waktu shalat Subuhnya. Ini hanyalah salah satu contoh. Tetapi sekali lagi, hal ini dapat mengurangi kesempurnaan tauhid sang anak.
Ketakutan anak bisa diperparah jika orangtuanya pun tidak paham syariat sehingga demi mengatasi rasa takut anaknya sehingga membawa anak pada kesyirikan. Misalkan menggantungkan jimat pada anak sehingga sang anak terus bergantung pada jimat tersebut hingga ia dewasa.
Cara Mengatasi Rasa Takut Anak kepada Hantu
Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi ketakutan anak dengan cara yang sesuai syariat. Antara lain:
1. Tanamkanlah pada anak tauhid dan aqidah yang benar.
Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya ditakutkan oleh sang anak pada saat keadaannya tenang. Rangsanglah anak dengan beberapa pertanyaan. “Adik takut hantu ya? Memangnya hantu itu apa sih?”
Jika sang anak menjawab bahwa hantu adalah pocong, genderuwo, nyi loro kidul, kuntilanak, atau semacamnya, jelaskan bahwa hantu-hantu semacam itu tidak ada sama sekali sehingga tidak perlu ditakutkan. Jika yang ditakutkan anak adalah orang mati, maka jelaskanlah bahwa orang mati takkan bisa memberi manfaat maupun bahaya bagi orang yang masih hidup.
Adapun jika sang anak telah mengerti bahwa yang dimaksud orang-orang dengan hantu adalah penjelmaan dari setan atau jin yang hendak mengganggu manusia, maka orangtua haruslah menjelaskan kepada anak bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat kecuali kekuatan Allah. Seluruh makhluk, termasuk jin dan setan di bawah pengaturan Allah. Ajarkan pada anak meskipun seluruh jin dan manusia ingin mencelakakannya, akan tetapi Allah tidak menakdirkannya, maka ia takkan celaka. Begitu pula sebaliknya.
Sungguh indah contoh yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menasehati Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang ketika itu masih kecil.Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata,
“Pada suatu hari saya pernah membonceng di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda, “Wahai anak muda, sesungguhnya akan kuajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Ia juga akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, andaikan saja umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan andaikan saja mereka bersatu untuk menimpakan bahaya terhadapmu, mereka tidak akan bisa memberikan bahaya itu terhadapmu kecuali sesuatu yang Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembar catatan telah kering.” (HR. Tirmidzi)
Jelaskan pada anak pada hal apakah ia harus takut (yaitu takut kepada Allah), pada hal-hal apakah ia boleh takut tetapi tidak berlebihan dan hal-hal apa yang ia tidak boleh takut sama sekali. Hendaklah orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya kepada Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Karena dengan pengenalan kepada Allah, seorang anak akan mengetahui keagungan Allah, keMahaKayaanNya, kekuasaan-Nya. Yang harus orang tua ingat, mengajarkan rasa takut kepada Allah juga harus disertai pengajaran rasa cinta dan harap kepada Allah. Sehingga hal ini menjadikan anak ikhlas dan giat dalam beramal serta tidak mudah putus asa.
2. Ajarkan wirid dan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ada banyak wirid dan doa yang bisa diajarkan pada anak. Misalnya, wirid pagi dan sore, doa sehari-hari seperti doa masuk WC, doa singgah di suatu tempat, doa hendak tidur, dll. Pilihlah bacaan wirid dan doa sesuai kapasitas kemampuan anak.
Tak hanya sekedar menghafal, tapi juga pahamkan mereka arti dari doa tersebut sehingga mereka mengamalkan doa-doa tersebut dengan penuh keyakinan akan manfaat doa bagi dirinya. Ajarkan pada anak bahwa doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi kaum mukmin. Karena itu, bila rasa takut menyerang, yang terbaik dilakukan adalah meminta perlindungan dan pertolongan Allah, Rabb seluruh makhluk. Sesekali ingatkan atau tanyakan pada anak arti dari doa tersebut. Sekaligus untuk mengetahui apakah sang anak sudah mengamalkan doa-doa tersebut ataukah belum.
3. Jauhkanlah anak dari hal-hal yang mendatangkan rasa takut kepada hantu.
Misalnya cerita misteri, patung dan lukisan makhluk bernyawa, dll. Cerita misteri atau berbau mistis kadang lebih menarik bagi anak karena imajinasi mereka yang tinggi dan masih belum terkontrol baik. Oleh karena itu, kenalkanlah anak dengan kisah-kisah para Nabi, sahabat-sahabat Rasulullah, maupun kisah shahih lain yang dapat mengajarkan anak keimanan, keberanian dan akhlaq yang baik. Jangan hanya sekedar menyediakannya buku/majalah, meskipun ini juga hal yang penting. Sesekali ceritakanlah langsung dengan lisan anda agar hikmah dan nilai kisah lebih mengena di hati anak. Ini juga akan lebih mendekatkan orang tua dengan sang buah hati.
4. Ajarkan pula pada anak untuk tidak menakut-nakuti temannya meski hanya bermaksud untuk bercanda. Pahamkan pada anak untuk bercanda dengan baik.
5. Bila orang tua ternyata adalah seorang penakut, berusahalah untuk tidak menampakkan hal tersebut di depan sang anak. Sebagaimana kita tidak ingin anak menjadi penakut, maka latihlah diri sendiri untuk tetap tenang dan menghilangkan sifat penakut dari diri kita.
Jika suatu ketika sifat penakut kita diketahui oleh sang anak, tak ada salahnya melibatkan anak dalam usaha menghilangkan sifat penakut kita. “Astagfirullah, tadi Ummi kok menjerit ya pas lampu mati? Menurut adik, Ummi harusnya gimana? Iya adik benar, harusnya tetap tenang dan minta perlindungan sama Allah. Lain kali kalau Ummi menjerit lagi, adik ingatin Ummi ya….” Hal ini juga akan mengajarkan pada anak bagaimana seharusnya ia bersikap ketika ada orang lain atau temannya yang ketakutan. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan ancaman yang tak berdasar atau bertentangan dengan syariat. Misalnya, “Jangan main dekat sungai ya! Nanti diculik genderuwo penunggu sungai lho” Hal ini sering tanpa sadar dilakukan oleh para orang tua. Maka wahai para pendidik, bekalilah diri dengan ilmu syar’i dalam mendidik anak-anak kita.
6. Berdoalah untuk kebaikan anak
Hal yang sering luput dari orang tua adalah berdoa untuk anak-anaknya. Padahal doa merupakan salah satu pokok yang harus dipegang teguh orang tua. Doa orang tua bagi kebaikan anaknya adalah salah satu jenis doa yang dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan dikabulkan oleh Allah (HR. Baihaqi). Termasuk di antaranya, hendaknya orang tua mendoakan agar anak dilindungi dari gangguan setan.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan mengucapkan,
“Aku memohon perlindungan untukmu berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, dan juga dari setiap mata yang jahat.” Selanjutnya beliau bersabda “Adalah bapak kalian (yaitu Ibrahim) dahulu juga memohonkan perlindungan untuk kedua puteranya, Ismail dan Ishaq, dengan kalimat seperti ini.” (HR. Bukhari)
Inilah sebagian cara yang semoga bisa mengatasi rasa takut anak terhadap hantu. Orang tua hendaknya bersabar dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya dengan tetap memprioritaskan pendidikan aqidah dan tauhid pada anak. Semoga kelak anak tumbuh menjadi sosok muslim-muslimah yang beraqidah lurus, beramal shalih dan mempunyai ketawakkalan tinggi kepada Allah. Wallahu Ta’ala a’lam. (Ummu Rumman)
Maraji’:
Bila Anak Anda Takut Hantu, Ummu Khaulah, Majalah As Sunnah Edisi 02/Tahun VIII/1424H/2004M
Mendidik Anak Bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad Suwaid, penerbit Pustaka Arafah
Mutiara Faidah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi, Abu ‘Isa Abdullah bin Salam, penerbit Divisi Bimbingan Masyarakat LBI Al Atsary Yogyakarta
Syarah Tiga Landasan Utama, Syaikh Abdullah bin Shalih al Fauzan, Pustaka At Tibyan
***
Tuesday, February 24, 2009
:: Ud'uuni astajib lakum ::
Doa yang ALLAH ajar ada banyak dalam alquran & hadith-hadith. Bukanlah bermaksud kita tak boleh untuk berdoa selain yang ALLAH ajar. Kadang-kadang manusia ada macam-macam hajat. Cuma, bila saya fikir-fikir balik, rasanya doa yang tsabit dari alQuran & Sunnah tu dah merangkumi semuanya. Doa minta keampunan, kemudahan dalam urusan, hindari kezaliman, hilangkan kesedihan & ketakutan, mohon kesabaran, kebahagiaan ibubapa, dapat zuriat, mati dalam iman, dan banyak lagilah. Semua ada. Silap kita sendiri kerana tidak mencari.
Jom, kita sama-sama praktik doa-doa yang ALLAH ajar pada kita. ;) Di bawah ini saya senaraikan antara doa yg terdapat dalam alquran. (Rasanya ada banyak lagi yang saya terlepas pandang & tak tahu.) Cek sendiri terjemahannya dan berdoalah mengikut keadaan atau hajat yg diingini.
SUBHAANALLAH, BANYAKNYA SENJATA KITA!
p.s.: untuk lihat doa2 yang terdapat dalam hadith, boleh rujuk buku hisnul muslim. Ada banyak doa beserta sumbernya. Klik sini utk dapatkannya.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (البقرة: 127)
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ (البقرة: 128)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (البقرة: 201)
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (البقرة: 250)
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (البقرة: 286)
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (آل عمران: 8)
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (آل عمران: 16)
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ (آل عمران: 53)
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (آل عمران: 147)
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (آل عمران: 191)
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ (آل عمران: 193)
رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ (آل عمران: 194)
رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا (النساء: 75)
رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ (المائدة:83)
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (الأعراف:23)
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (الأعراف: 47)
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ (الأعراف: 89)
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ (الأعراف:126)
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ * وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (يونس: 85-86)
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ (إبراهيم:41)
رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا (الكهف: 10)
رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ (المؤمنون: 109)
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (الفرقان: 65)
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (الفرقان: 74)
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (الحشر: 10)
رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (الممتحنة: 4)
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (الممتحنة: 5)
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم: 8)
Wednesday, February 11, 2009
:: Saya paling takut... ::
Saya pernah terfikir jawapannya,
…Takut kehilangan mereka yg saya sayang…
…Takut ALLAH uji dengan perkara yg tidak mampu saya tanggung…
…Takut tak dapat A…
…Takut dibanjiri fitnah…
…Takut mati…
…Takut…
...Takut…
…Takut…
Macam2…. Tapi dalam kelas Tafsir Madhu’i (thematic exegesis) petang tadi, ada satu ayat Ustaz Layeth Su’ud yg sangat menyentuh jiwa saya. Juga pada saya. ayat itu yang sepatutnya menjadi jawapan kepada persoalan di atas. Saya, kamu, dia, mereka, kita & semua hamba ALLAH seharusnya memberi jawapan:
“SAYA PALING TAKUT ALLAH TIDAK MENCINTAI SAYA…”
(T_T)
Thursday, February 5, 2009
:: Macam mana ::
My love may not be perfect, but it's true.. picture by barca
Saturday, January 24, 2009
:: Jawapan 1 ::

Friday, January 16, 2009
:: Water for a civilization ::
Truly, water is the main source for human being to continue their day-to-day lives smoothly, regardless of their positions. People from all walks of life are in need of it. An established and undeniable fact, in deed. I did ask some friends, had they been given the chance to choose among these two situations, which one would be their choice, non-ironed clothes or unbathed body?(although it is not a proper english word, u know what i mean). Definitely majority of us will choose the first one. Body is more important than clothes, anyway. But optimistically said, i would have choose to not to be in the state of having to choose. Sorry for using the confusing + broken english!
In surah al anbiyaa' verse 30, ALLAH says:
Have not those who disbelieve known that the heavens and the earth were of one piece, then We parted them, and we made every living thing of water ? Will they not then believe ? (anbiyaa' : 30)
Pertaining to the above words (in bold), a modern mufassir Muhammad Asad said:
The statement that God “made out of water every living thing” expressesGot another fascinating point regarding the importance of water. During one of history lessons last semester, Prof Ghassan did ask us, why do you think the Chinese civilization flourished for a very long period of time, compared to other civilizations? Yeah, you see that there were dynasty after dynasty existed, taking their turn and prospering in its own numerous achievements. About the answer, none of us got the right idea. At last, prof Ghassan -after spending too much time waiting for the correct answer- he said that it's all because of its very large numbers of rivers and sea. Subhaanallah. A bountiful bless from HIM, giving us water, to purify ourselves, as drinks, and as well as to build civilizations!
most concisely a truth that is nowadays universally accepted by science. It has
a threefold meaning: (1) Water – and, specifically, the sea – was the
environment within which the prototype of all living matter originated; (2)
among all the innumerable – existing or conceivable – liquids, only water has
the peculiar properties necessary for the emergence and development of life; and
(3) the protoplasm, which is the physical basis of every living cell – whether
in plants or in animals – and represents the only form of matter in which the
phenomenon of life are manifested, consists overwhelmingly of water and is,
thus, utterly dependent on it. Read together with the preceding statement, which
alludes to the unitary origin of the physical universe, the emergence of life
from and within an equally unitary element points to the existence of a unitary
plan underlying all creation and, hence, to the existence and oneness of the
Creator.
Click here to see the list of rivers in China.
Thursday, January 15, 2009
:: Amalan sedikit, Pahala banyak (2) ::
من جهز غازيا، في سبيل الله، فقد غزى ومن خلف غازيا في سبيل الله بخير فقد غزا
Sesiapa yang menyiapkan seorang pejuang di jalan ALLAH, maka sesungguhnya dia juga telah berperang. Sesiapa yang yang menjaga keluarga seorang pejuang di jalan ALLAH dengan baik, maka sesungguhnya dia juga telah berperang.
HR al Bukhari (2631) dan Muslim (3511).
We are given the chance to become a fighter (for the sake of ALLAH) as well. So, have we become one???
:: Amalan sedikit, Pahala banyak (1) ::
Tiada seorang hamba pun yang membuat dosa, kemudian dia bersuci dengan baik lalu bangun solat dua rakaat, kemudian meminta pengampunan Allah, kecuali Allah akan ampunkan untuknya.
HR Abu Daud (1300); Sahih: Sahih Abu Daud (1521)
Wednesday, January 14, 2009
:: Easy than riding a bicycle ::
Sesungguhnya, Allah telah menjadikan agama islam itu adalah mudah untuk diamalkan, tapi malangnya, ada yang salah faham akan maksud ‘mudah’ itu lalu dengan mudah pula memudahkan apa yang sepatutnya tidak semudah itu yang mana akhirnya perkara yang menjadi mudah bertukar menjadi payah…
Mati masuk neraka, kan payah tu?
Maksud ugama yang mudah disini bukannya jika kita letih, kita boleh solat lengah-lengah.., jika sakit sikit terus tak payah puasa, jika malas, terus jamak solat.. jika sibuk terus tinggal solat dengan niat qotho.., jika tak nak ikut Sunnah maka boleh ikut Bidaah.., bukan! bukan dan bukan!!!
Maksud sebenar ‘Islamic ways are easy’ adalah.. semua orang boleh amal ugama tanpa mengira sama ada seorang itu sihat atau cacat, kaya atau miskin, gemok atau kurus, hitam atau sawo matang, cantik atau buruk.., semua boleh amal ugama!Malahan ‘Islamic ways is easy than riding a bicycle!’
Tak percaya Islam lebih mudah dari naik basikal?..kenapa tidak? Nak naik basikal kena ada kaki, kena pandai balance, kena pegang handle.., mata kena buka, rantai kena letak minyak pelincir dan lain lain.., sedangkan untuk amal ugama, orang yang tiada kakipun boleh, orang cacat masih boleh solat, orang buta masih boleh puasa.., orang bisu masih boleh bayar zakat.., orang miskin masih boleh makan cara Nabi, kan senang tu? Semua orang boleh amal ugama..,
Oh! adilnya Allah…, sungguh Maha Adil..Begitu juga bab-bab lain dalam hidup,, Nabi tak beli kereta bayar muka RM 10 ribu dan bayar bulan-bulan RM 800 serta simpan RM1500 setahun untuk Road Tax dan Insurance.., tapi Nabi jalan kaki sahaja.., kan mudah tu?Nabi juga waktu nak makan, Nabi makan guna tangan tak guna sudu, Nabi makan duduk dilantai tak guna kerusi meja, kan mudah tu? Orang miskin pun boleh ikut sunnah.., Nabi kahwin dengan maskahwin yang murah, Nabi pakai baju yang murah, Nabi makan makanan murah dan lain lain, itukan mudah?
Tapi, yang perlu kita ingat adalah, janganlah pula memudahkan IBADAT ikut nafsu kita.., bab ibadat tetap kena MUJAHADAH macam Nabi Muhammad SAW dan para sahabat RA buat…, kena pergi solat jemaah, kena dakwah dari hati ke hati dan lain-lain, baru boleh capai tahap seperti mereka, dan selain dari cara Nabi dan sahabat yang di mudahkan dalam beribadat adalah bidaah!! Dan bidaah itu sesat! Boleh bawa masuk neraka…Faham?
Satu lagi, jika tadi kita cerita bab perintah Allah, dalam bab larangan Allah pula, juga mudah sebab dalam Allah haramkan sesuatu, Allah bagi pula pilihan, Allah larang minum arak tapi Allah tak larang minum air (teh tarik misalnya), Allah larang zina tapi Allah tak larang kahwin empat, Allah larang makan babi tapi Allah tak larang makan nasi lemak, kan mudah tu?
Cuma kadang kadang manusia ni suka buat sesuatu ikut logik akal, bila Allah larang babi, ada pula yang bantah, kata mereka: kenapa babi haram?, kenapa orang china makan babi tak kena penyakit kronikpun, siap pandai-pandai pulak tu. Apa-apalah!
Walau bagaimanapun, sudah 1000 tahun lebih ummat islam taat perintah Allah tanpa pedulipun alasan sains kerana apabila Allah Yang Maha Bijaksana sudah mencipta daya Elektrostatik, dah wujudkan klorofil pada daun, telah mencipta fotosentesis dan Ekosistem, telah mencipta Duodenum dan Pankreas, telah mengawal tekanan atmospehere pada nilai 14.7 psi, telah mengawal perjalanan planet, dan setelah semua itu, tiba-tiba apabila Allah cipta babi yang suka makan najis dan tak bagi aku makan, maka aku tak akan makan sebab Allah dah larang aku dari memakannya, dan aku tak peduli apapun alasan sainsnya!
Sebab, perkara ugama biasanya mendahului sains, lagipun aku nak belajar sifat sahabat, iaitu dengar dan taat..,Kerana “dengar dan taat’lah mereka akhirnya dapat jaminan masuk shurga..Manakala sifat yahudi pula ‘bantah dan tak taat’.., akhirnya di jamin pula masuk neraka..
oh!Jadi secara kesimpulannya, masalah besar manusia adalah bila buruk sangka dengan takdir Allah dan perintah Allah. Kitapun tak faham apa rahsia di sebalik semua perintah Allah dan larangan Allah...Contoh bab bersuci, air mani bukan najis, tapi jika keluar kena mandi seluruh tubuh...Kentut pula adalah najis yang tak dapat dilihat, jika keluar tak perlu mandi seluruh tubuh, dan tak perlu basuhpun tempat keluar, tapi kena ambik wudhu sahaja..
Kalau ikut otak memang tak logik, tapi itulah hukumnya..Sebab tu aku jarang berhujah guna alasan Sains untuk benarkan Perintah Allah atau larangan Allah, sebab jika satu teori sains di gunakan pada suatu zaman yang mana teori itu selari dengan larangan Allah, maka berhujjahlah semua orang islam tentang betapa betulnya islam bersandarkan teori sains itu, tapi andai kata seratus tahun kemudian ada pula teori sains yang membatalkan teori sebelum ini, maka orang tak akan salahkan teori sebelum ini, tapi orang akan salahkan islam pula.., bukan aku kata korang salah bila berhujjah guna alasan sains, tapi mungkin sebab aku bukan aliran sains maka jaranglah aku guna atau tak beberapa suka untuk guna alasan sains dalam ‘berdakwah’…
Kesimpulannya:-Orang yang suka hisap rokok, suka minum arak dan suka makan babi, cakap apapun mereka akan tetap dengan pendirian mereka…, iaitu hisap rokok best, minum arak best, dan makan babi best.., apa lagi nak dikata?
Cuma dari segi perubatan, cuba ambil contoh mayat yang makan babi dan mayat yang tak makan babi. Selepas beberapa waktu cuba buat kajian, mayat siapa yang lebih cepat reput dan busuk?..Boleh juga buat kajian kepada kesan kandungan peluh orang yang makan babi.. apa terkandung di dalamnya dan apa kesannya pada dunia?
Atau buat ujikaji keatas pemakan babi tegar dan petidakmakan babi, suntik mereka dengan virus JE, kemudian suntik mereka dengan IMUN JE, lihat hasilnya.., buat ujikaji pada suhu bilik, bandingkan ujikaji pada bawah tahap beku, dan kalau boleh hantar Angkasawan ke Soyuz dan buat ujikaji pada tahap gravity sifar selama 72 jam, lalu tengok hasilnya..
Aku tak tahu apa jawapannya dan apa alasan sainsnya, sebab ada antara korang yang expert bahagian ni, ’acu cuba try test’ sahaja.., dan aku hanya cadangkan, he he..Walau bagaimanapun, apapun hasilnya ujian kelak, sama ada positif atau negatif. Sama ada babi best atau tak best...
Aku tetap tak makan babi, ok?!: )
Ps: Mati itu mudah, masuk shurga itu mudah dan masuk neraka juga mudah, dan mudahnya semua itu tertakluk kepada apa yang kita mudahkan dan apa yang kita mujahadah, kan mudah tu?...
Tuesday, January 13, 2009
:: 10 Steps ::
Focusing on the pamphlet distributed. 10 steps to support Gaza were stated there. Let me share them with you.
1. Follow up the news about what is happening in Gaza. The number of shuhadaa’, injured people, the volume of destruction, etc.
2. Download pictures of the massacre and distribute to your friends via print outs, e-mails, on the mobile.
3. Follow up on the achievements of the Palestinian resistance heroes in Gaza. What victory they achieve everyday, how many soldiers they kill, how many tanks they destroy.
4. Call the people of Gaza. Tell them where you from, and share with them your feelings of sympathy and support and your confidence that they will win this war. You can call this number: 009708285xxxx. Replace the x’s with any number. (I haven’t tried this yet)
5. Paste pictures of Gaza on your notebooks, in your room, PC desktops.
6. Participate in as much activities about Gaza as you can. Talks, gatherings, seminars.
7. Organize activities on what is happening in Gaza in your neighborhood, in your mahallah, surau, etc.
8. Make this the most important topic of your discussions among your friends. Make it the first thing after greeting the people you meet, tell them or ask about.
9. BOYCOTT BOYCOTT BOYCOTT Israeli & American products.
10. Remember them in your doa and prayers.
IT IS THE WAR BETWEEN US AND THEM. IT IS A REAL SHAME IF YOU NEVER CARE TO BE AWARE.
Oo Israel, you can kill our bodies over and over, but you can never kill the spirits within us!
And the resistance continues….
Thursday, January 8, 2009
:: Temuramah bersama Ust Maszlee ::
4-Jumlah kematian meningkat kepada 345 orang setakat ini manakala beribu2 orang masih tercedera. Bantuan kemanusian pula di sekat utk di bawa masuk ? apa pandangan saudara dengan keadaan ini ?

8- apa saranan saudara kepada masyarakat di Malaysia tentangan serangan terbaru rejim Zionis ini ?
:: To all Muslims ::
Wherever you are , and however you are ..
You are a HUMAN , having eyes , heart and mind ..
Look what happened , going on and will be to happened ..
Look at the blood being shed ..
Look at the tears being shed ..
Look at the body parts scattered ..
It is the remains people like you ..
Do you see your hand ?? there are who lost it ..
Do you see your eyes ?? there are who disappearnce it ..
Do you understand what I say in your mind ??
there is who lost his head which has a mind like you ..
Yes , man ..
That is what happened in Gaza and is still happened for a moment ..
That is happened for Gaza people ..
No house .. No Family .. No life ..
Did you see that ??
Is this HUMANITY ???
Please , just answer me .. don't think too much ..
All religions DENY that ..
Why you are looking for reasons , is there any justifications for this massacre ??
Is there any justifications to bomb an unarmed people with aircraft ??
Is there any justifications to kill babies ??
My brother .. My sister ..
Now , while you reading my words , there are who dead .. distort .. blooding ..
any more things you can't imagine it .
Maybe in this moment who lost his parents .. her husband , their children .
May be there are many houses destroyed ..
All that happened and the world have been silent ..
No one doing any thing to stop this massacre ..
So , have you accept this ??
Do you want to continue in silence??
I believe in your strong .. I believe in your word ..
Any idea from your humanity can change the situation ,
and the history will tell that about you .
Let's go ,
Go and EXPRESS your refusal ..
HELP people in GAZA
Copied from facebook inbox msg.
Monday, January 5, 2009
:: Membalas Cinta ::
Mereka kata, “Kau telah melupakan Tuhanmu…” Aku menjawab, “Tidak, setiap hari aku bersolat. Setiap hari akau berdoa sebelum tidur, selepas makan… setiap waktu. Sebagai tanda bahawa hari-hariku bukan hanya dipenuhi dunia.”
Sungguhkah begitu? Engkau melakukannya kerana manusia sekelilingmu melakukannya atau kerana engkau benar-benar merasakan bahawa engkau memerlukannya??? Engkau bersolat kerana ia sudah menjadi rutin harianmu atau kerana engkau tahu ia adalah tanggungjawabmu sebagai hambaNYA? Engkau berdoa kerana dirimu terasa bergantung harap sepenuhnya padaNYA, atau sekadar mempraktikkan apa yang telah nenek moyangmu lakukan?
Wahai diri… mengapa engkau terlalu mengejar dunia . Meski sejak mula lagi engkau meyakini bahawa pengakhiran jalan pilihanmu ini hanyalah sebuah penderitaan?? Bukankah engkau sedia tahu bahawa airmata yang selama ini engkau titiskan, penyebabnya adalah dunia? Namun dalam hatimu, mengapa apabila kesakitan yang engkau terima, engkau lantas mengatakan Tuhanmu telah menghinamu?
Firman ALLAH dalam surah alfajr: 16 yang bermaksud;
Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinaku"
Sesungguhnya sedikit pun ALLAH tidak akan menzalimi hamba-hambaNYA. Engkau derita kerana perbuatanmu sendiri. Engkau menganiaya diri sendiri dengan menjauhi dari Tuhanmu. Sedangkan engkau tahu, hari-hari yang tidak diselubungi ingatan terhadapNYA, pasti perjalanannya sempit dan berliku. Lupakah engkau akan firmanNYA dalam surah Thaha: 124,
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
Sedarlah wahai diri, setiap hari tanda kecintaanNYA kepadamu terbentang, tetapi sengaja engkau membutakan matamu dan memekakkan telingamu dari semua itu. Maka jadilah engkau sentiasa terawang-awang di langit gelita. Membawa hati yang lara, seolah-olah dinaungi bangkai dunia. Dan semakin hari ia menyubur di dalam hatimu.
Ya.. aku silap. Silap kerana menyambut cinta dunia yang bila-bila masa sahaja bisa fana.
Lantas jiwaku berbisik, “Ampuni aku ya ALLAH, selama ini aku terlupa untuk membalas cintaMU…”
Saturday, January 3, 2009
:: Personal vs Societal ::
However, all praises be to ALLAH. Yesterday’s was the beginning of the real excitement. We are now being placed in a proper and better venue to be spent there, thrice in a week. Being given the chance to learn about sociology is a blessing, really. It helps you to understand your ‘location’ in the society, how the society is giving a great impact to your life, plus you also will be exposed about other societies in this world, with their peculiarities, and of course, lots and lots more. More weeks left for me to grab this chance and enjoy learning all those excitements and knowledge.
For yesterday, we were taught about the theory of sociological imagination. A theory grounded by C. Wright Mills. It is a theory about an awareness of the relationship between an individual and the widen society. He stated that the society is highly potent and intoxicating in influencing your decision. Are we really aware of it? Let me give you and example. Our society (in Malaysia) tells that women are pretty in all colors-what to do- but there are certain colors which are strictly considered as women’s colors. For instant, a striking pink color. So, when a guy is choosing his t-shirt in a mall, he would undoubtedly think about others’ perspective towards him as well. He can’t choose a striking pink t-shirt, although he might be the one who are –fortunately- fated as a guy who likes pink. “It’s only for women”, the society said that. Then, it is proved that even in buying your own things; you are not making the decision on your own, the society has a share there. So it’s also a societal decision-making rather than solely personal.
The second example, committing suicide is regarded as a highly personal action. However, is it truly personal? Is there really a sane person who will suddenly kill him/herself right after he/she woke up from sleep, without any reasons? Absolutely the answer is no. The society is the entity which is forcing someone to commit suicide. Take one case, a student in a leading country in this world is committing suicide just because he failed to enter a prominent university, and surprisingly it is not something weird. Why? Because the society in that particular country said, it is better for you to die than to continue living in this world but being humiliated. It is obvious that the society really has a hand in shaping your life.
There are more examples given by madam yesterday but I think it’s enough for us to understand how society –in almost time- is making the decision for us. That’s why it is very vital for us, to choose a very good society in order to lead this life blissfully. However, interestingly said, isn’t it better for us, if in making any decision in our lives, we let Islam to ‘decide’ it for us as well? For example in the case of buying clothes, we are free to choose but it must be in accordance to the guard lines given by ALLAH. As women, when we are buying our stuffs, especially outfits, do we ‘allow’ the Islamic Law to share its views in producing our firm decision? Do we really consider which attire is allowed or not allowed, or which attire will contribute points of sins into our accounts and so on…? A thing to be ponders upon. :)
Wednesday, December 31, 2008
:: Adat ::


